Minggu, 06 November 2011

MODUL MATAKULIAH ANALISIS KIMIA HASIL PERTANIAN


2. Analisis Komposisi Bahan Pangan

A.  Karbohidrat
Karbohidrat merupakan kelompok nutrien penting di dalam menu/diet dan berfungsi sebagai sumber energi. Karbohidrat mengandung unsur-unsur karbon (C), hydrogen (H), dan oksigen  (O). Karbohidrat diproduksi di dalam tanaman melalui proses fotosintesis. Proses tersebut dapat digambarkan dalam persamaan reaksi sebagai berikut :
Sinar matahari
CO2 + 6 H2O                             C6H12O6 + 6 O2
                                         Karbon dioksida     Air                                glukosa       oksigen
Karbón dioksida dari udara bereaksi dengan air yang ada di dalam tanah. Oleh klorofil yang
terkandung dalam daun dan dengan bantuan sinar matahari sebagai energi surya, maka akan
terbentuk glukosa sebagai salah satu anggota kelompok karbohidrat dan air. Klorofil merupakan pigmen atau zat hijau daun yang berperan sangat penting dalam menyerap energi dari sinar  matahari sehingga tanaman mampu membentuk karbohidrat dari karbón dioksida dan air.
Karbohidrat dibagi menjadi 3 kelompok utama didasarkan atas ukuran dari molekulnya, yaitu
monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Monosakarida dan disakarida sering dikenal juga
dengan sebutan gula (sugar).  Sedangkan polisakarida dikenal sebagai non gula (non-sugars),
misalnya pati. Pengelompokan atau pembagian karbohidrat berdasarkan ukuran molekulnya
diklasifikasikan sebagai berikut : monosakarida, oligosakarida, polisakarida. Monosakarida terdiri
atas 1 unit glukosa. Oligosakarida merupakan kelompok karbohidrat yang terdiri atas 2-10 unit
monosakarida, sedangkan polisakarida terdiri atas banyak (lebih dari 10) unit monosakarida.

A.1 Monosakarida
Gula monosakarida biasanya ditemukan di dalam bahan pangan, mengandung 6 atom  karbon, dan secara umum memiliki formula C6H12O6. Tiga anggota monosakarida terpenting adalah : Glukosa (juga dikenal sebagai dekstrosa) .Struktur dari molekul glukosa dapat
dilihat pada gambar 8.1.
Gambar 8.1 Struktur glukosa

Gambar tersebut merupakan representasi dari atom karbon. Kandungan glukosa di dalam
buah-buahan dan sayuran bervariasi. Jumlah glukosa yang cukup besar terdapat pada   buah-buahan seperti anggur, sedangkan pada sayuran ditemukan kandungan glukosa yang lebih
rendah , seperti pada buncis muda dan wortel. Glukosa juga ditemukan di dalam darah binatang.
Sirup glukosa atau dikenal sebagai glukosa komersial tidak hanya mengandung glukosa murni, tetapi merupakan campuran glukosa, karbohidrat lain dan air. Secara kimia hampir sama dengan
glukosa, hanya saja letak (susunan) dari atom-atom di dalam molekulnya sedikit berbeda. Fruktosa ditemukan bersama-sama glukosa di beberapa buah-buahan dan madu.
Galaktosa. Monosakarida jenis ini secara kimia juga hampir sama dengan glukosa, Senyawa ini tidak eksis di dalam makanan, tetapi diproduksi laktosa suatu disakarida dipecah selama  pencernaan.

A.2. Disakarida
Gula jenis ini secara umum mempunyai formula C12H22O11. Senyawa ini dibentuk ketika dua
molekul monosakarida bergabung dengan melepaskan satu molekul air.
C6H12O6 + C6H12O6               C12H22O11 + H2O
                                      Monosakarida Monosakarida                               Disakarida        air
Reaksi di atas merupakan salah satu contoh reaksi kondensasi, suatu reaksi yang merupakan
gabungan dua molekul kecil untuk membentuk satu molekul yang lebih besar dengan  melepaskan satu molekul kecil biasanya air dari kedua senyawa tersebut. Jenis-jenis disakarida yang penting antara lain sukrosa, laktosa, dan maltosa
1)Sukrosa
Sukrosa dikenal secara umum sebagai gula rumah tangga dan diproduksi di dalam tanaman
melalui kondensasi glukosa dan fruktosa. Struktur molekul sukrosa tersaji pada gambar 8.2.
Gambar 8.2. Struktur sukrosa

Sukrosa ditemukan di beberapa jenis buah-buahan dan sayuran, Gula tebu dan gula bit
mengandung senyawa ini dalam jumlah yang relatif cukup banyak. Gula tebu dan bit, diperoleh
melalui proses ekstraksi gula secara komersial.
2) Laktosa
Gula jenis ini dibentuk dari kondensasi glukosa dan galaktosa. Disakarida jenis ini hanya ditemukan pada susu (milk), sebagai sumber karbohidrat.
3) Maltosa
Maltosa dibentuk dari kondensasi dua molekul glukosa. Selama germinasi atau perkecambahan
barley, pati yang terkandung dipecah menjadi maltosa. Maltosa merupakan suatu kandungan
penting di dalam proses pembuatan bir. Jika digambarkan secara ringkas maka pembentukan disakarida adalah sebagai berikut :
Glukosa + fruktosa                  Sukrosa + Air
Glukosa + Galaktosa                Laktosa + Air
Glukosa + Glukosa                    Maltosa + Air

Karakteristik Gula
1)    Kenampakan dan Kelarutan
Semua gula berwarna putih, mengandung kristal yang larut dalam air.
2)    Kemanisan
Semua gula berasa manis, hanya saja mempunyai tingkat kemanisan yang berbeda-beda. Tingkat kemanisan yang berbeda dari gula apabila dibandingkan menggunakan kemanisan sukrosa dengan skala poin 100.



3)    Hidrolisis
Disakarida jika terhidrolisis akan membentuk monosakarida. Hidrolisis merupakan  pemecahan kimia suatu molekul dengan kombinasi air, memproduksi molekul-molekul yang lebih kecil. Proses ini dapat digambarkan melalui persamaan sebagai berikut:

AB + H2O          AOH + BH
Molekul Air molekul molekul lebih besar lebih kecil lebih kecil

Contoh :
C12H22O11 + H2O            2C6H12O6
                                                        1 molekul air 2 molekul Disakarida monosakarida

Sukrosa + Air           Glukosa + fruktosa
Laktosa + Air      Glukosa +Galaktosa
Maltosa + Air            Glukosa + Glukosa
Inversi sukrosa
Hidrolisis sukrosa juga dikenal sebagai inversi sukrosa dan produk yang dihasilkan berupa
campuran glukosa dan fruktosa yang dikenal sebagai “gula invert”. Proses inversi dapat terjadi dengan memanaskan sukrosa dengan asam atau penambahan enzim invertase. Gula invert biasanya digunakan pada produksi jam, pemanispemanis yang diproses menggunakan uap, dan beberapa jenis kembang gula. Sejumlah kecil gula invert ditambahkan pada larutan sukrosa panas yang akan membantu mengurangi kristalisasi ketika larutan dingin.

Efek pemberian panas
Ketika gula dipanaskan maka akan mengalami karamelisasi. Meskipun karamelisasi paling sering terjadi, ketika tidak ada penambahan air, larutan gula (sirup) akan membentuk karamel jika diberi perlakuan panas cukup. Karamel berasa manis, berwarna coklat dan merupakan campuran menyerupai komponen karbohidrat.

Sifat mereduksi
Semua monosakarida dan disakarida yang telah dipelajari sebelumnya kecuali sukrosa, dapat berperan sebagai senyawa pereduksi (reducing agent) dan oleh karenanya dikenal sebagai gula pereduksi. Kemampuan gula-gula ini untuk mereduksi agen-agen yang mengalami oksidasi membentuk beberapa uji dasar untuk glukosa dan gula-gula pereduksi lainnya. Sebagai contoh, gula-gula ini mereduksi ion tembaga (II) dari larutan Fehling membentuk ion tembaga (I) pada proses pemanasan. Reaksi ini menghasilkan endapan berwarna orange. Sukrosa tidak tergolong sebagai gula pereduksi dan oleh karenanya tidak mereduksi larutan Fehling.

A.3 Polisakarida
Polisakarida merupakan senyawa hasil kondensasi polimer dari monosakarida dan terbuat dari beberapa molekul monosakarida yang bergabung bersama, dengan melepaskan satu molekul air. Senyawa ini secara umum mempunyai formula (C6H10O5)n, (n menunjukkan jumlah yang banyak). Jenis-jenis yang tergolong kelompok polisakarida adalah sebagai berikut.

Pati
Pati merupakan komponen utama pangan yang dihasilkan oleh tanaman. Pati merupakan
campuran dua jenis polisakarida yang berbeda yaitu: 􀂃 Amilosa Molekul amilosa terdiri atas 50
sampai 500 unit glukosa yang bergabung dalam rantai lurus. 􀂃 Amilopektin Molekul ini Mengandung lebih  dari 100.000 unit glukosa yang bergabung dalam struktur dengan rantai bercabang.
Beberapa tanaman, termasuk gandum, beras, jagung, dan kentang, mengandung kira-kira
80% amilopektin dan 20% amilosa. Percobaan mikroskopik memperlihatkan bahwa pati
beberapa sel tanaman terlihat berupa granula-granula kecil. Lapisan terluar tiap-tiap granula
terdiri atas molekul-molekul pati yang rapat berhimpitan pada air dingin. Pati dari sumber-sumber
tanaman yang berbeda dicirikan dengan bentuk granula dan distribusi dari ukuran granula.

Karakteristik Pati
􀂃 Kenampakan dan Kelarutan
Pati berwarna putih, tidak membentuk kristal powder yang tidak larut dalam air dingin.
􀂃 Kemanisan
Berbeda dengan monosakarida dan disakarida, pati dan polisakarida lainnya tidak memiliki rasa manis.
􀂃 Hidrolisis
Hidrolisis pati terjadi disebabkan oleh pengaruh asam atau suatu enzim. Jika pati dipanaskan dengan penambahan asam akan terpecah sempurna menjadi molekul-molekul yang lebih
kecil, menghasilkan produk akhir glukosa.

(C6H10O5)n + nH2O                     nC6H12O6
Pati Air Glukosa
Pada kondisi tersebut terdapat beberapa tahap reaksi. Sejumlah besar molekul-molekul pati
pertama-tama akan terpecah menjadi molekul- molekul yang mempunyai rantai yang lebih
pendek terdiri dari unit-unit glukosa yang dikenal sebagai dekstrin. Selanjutnya dekstrin akan terpecah menjadi molekul yang mempunyai rantai yang lebih pendek terdiri dari unit-unit glukosa yang dikenal sebagai dekstrin. Selanjutnya dekstrin akan terpecah menjadi maltosa  mengandung dua unit glukosa) dan akhirnya maltose akan terpecah menjadi glukosa. Rangkaian tahap reaksi tersebut dapat digambarkan secara skematis sebagai berikut:

Pati    dekstrin    maltosa    glukosa
Hidrolisis pati dapat juga terjadi oleh adanya pengaruh enzim. Selama pencernaan, enzim  amylase memecah pati menjadi maltosa. Amilase terdapat pada biji-bijian yang sedang   mengalami proses germinasi, dan dikenal juga dengan istilah diastase. Hal ini sangat penting pada pembuatan roti dan bir yang memproduksi gula (maltosa). Pada proses ini enzim yang ada pada yeast mampu memecah lebih lanjut dan memproduksi karbon dioksida dan alkohol. Sirup glukosa komersial (glukosa cair) diproduksi dengan cara hidrolisis pati jagung menggunakan asam hidroklorida dan atau enzim amilase. Hidrolisis tidak sempurna dan sirup yang dihasilkan merupakan campuran glukosa, maltosa dan unit-unit glukosa dengan rantai yang lebih panjang.
Tingkat hidrolisis dari sirup glukosa diukur dengan ekuivalen dekstrosa (DE). Sirup dengan DE tinggi mengandung lebih banyak dekstrosa (glukosa) dan oleh karena itu mempunyai tingkat kemanisan yang tinggi.
􀂃 Efek oleh adanya panas
Dengan adanya perlakuan panas, maka pati akan mengalami beberapa kajadian seperti gelatinisasi dan dekstrinasi.
Gelatinisasi
Gelatinisasi melibatkan adanya air. Jika suspensi pati dalam air dipanaskan, air akan  memenetrasi ke dalam lapisan luar dari granula-granula pada permulaannya akan terjadi pengembangan. Kondisi ini terjadi pada temperatur meningkat dari 60°C sampai 80°C. Granula
akan mengembang sampai volume mencapai kira-kira lima (5) kali dari volume semula. Ukuran granula meningkat, campuran menjadi viskus (kental). Pada suhu kira-kira 80°C granula pati akan terpecah dan mengandung air yang terdispersi ke dalamnya. Molekul-molekul dengan rantai lebih panjang mulai terlepas ikatannya dan campuran pati air menjadi lebih viskus, menjadi lengket dan membentuk sol. Pada proses pendinginan, jika proporsi pati terhadap air cukup besar, molekul-molekul pati membentuk jaringan dengan air secara tertutup dalam ikatannya sehingga memproduksi gel. Keseluruhan proses tersebut dikenal sebagai gelatinisasi pati dan proses ini sangat penting di dalam pengolahan. Sebagai contoh yang memberi efek kental pada saus, sup, adalah oleh adanya penambahan tepung atau tepung jagung. Kondisi ini juga penting dalam pembuatan roti. Kekuatan gel pati dipengaruhi oleh beberapa faktor meliputi :
􀂃 Proporsi pati dan air.  Semakin banyak pati, gel semakin kuat
􀂃 Proporsi amilosa dalam pati. Amilosa membantu pembentukan gel. Oleh karena itu pati-pati yang kadar amilosanya tinggi dibutuhkan untuk kekuatan gel. Pati-pati yang berkadar  amilopektin tinggi contohnya pada pati-pati lilin, hanya terbentuk gel pada konsentrasi yang tinggi.
􀂃 Keberadaan gula. Gula berkompetisi atau bersaing dengan pati untuk memperebutkan air, sehingga keberadaan gula mengurangi kekuatan gel.
􀂃 Keberadaan asam. Asam menghidrolisis pati dan mengurangi kekuatan gel pada pembentukan pasta yang viskus. Contoh kasus ini terjadi pada lemon untuk isi pay. Meskipun gel dari pati yang mengandung amilosa adalah yang terbaik, tetapi kestabilannya rendah dibandingkan dengan patipati yang mengandung amilopektin tinggi.
 Molekul-molekul amilosa mempunyai kecenderungan untuk saling melepas dan gel yang terbentuk menjadi opaq, menyerupai busa. Perubahan ini dikenal sebagai retrogradasi, dan terjadi khususnya ketika bahan makanan dibekukan dan kemudian dicairkan (thawing). Pati-pati yang mengandung amilopektin tinggi misalnya pati jagung berlilin, sebaiknya digunakan ketika persiapan bahan makanan ya ng akan diproses beku. Sebagai alternatif, pati-pati yang   merupakan pati hasil modifikasi secara kimia (chemically-modified starches) secara luas  digunakan dalam industri makanan beku, pati-pati tersebut tidak mudah mengalami retrogradasi.
Pati-pati yang mengalami pregelatinisasi digunakan pada beberapa industri makanan. Patipati ini dimasak dalam air (gelatinisasi) dan kemudian dikeringkan. Pati-pati ini digunakan
untuk campuran makanan penutup mulut yang dimasak secara instan (dessert instant).
Dekstrinasi
Dekstrinasi melibatkan panas kering (dry heat). Beberapa makanan yang mengandung pati,
juga mengandung sejumlah kecil dekstrin. Pada proses pemanasan, dekstrin mengalami  polimerisasi dan membentuk komponen yang berwarna coklat yang dikenal sebagai pirodekstrin. Piridoksin berperan pada pembentukan warna coklat pada beberapa makanan yang dimasak missal masakan yang dipanggang dan roti kering (crust).

B.    Protein
Istilah Protein berasal dari kata“protos” (Yunani), berarti yang paling utama”, adalah senyawa

TUGAS S2 UNIGRES


RESUME
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
HUBUNGAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN
Oleh: Umi Hasanah, S.Pd
Dosen Pengampu: Prof. Dr. H. Sukiyat, SH. M.Si
 



PENDIDIKAN UNTUK SEMUA
(EDUCATION FOR ALL)

Komitmen Internasional untuk EFA
Negara-negara PBB berkomitmen untuk  Education for All (EFA) di Jomtien, Thailand(1990) dan Dakar
(2000) berisikan enam tujuan utama:
ü  Memperluas pendidikan untuk anak usia dini
ü  Menuntaskan wajib belajar untuk semua (2015)
ü  Mengembangkan proses pembelajaran/keahlian untuk orang muda dan dewasa
ü  Meningkatnya 50% orang dewasa yang melek huruf (2015), khususnya perempuan
ü  Meningkatkan mutu pendidikan
ü  Menghapuskan kesenjangan gender

Forum Pendidikan Dunia sepakat untuk :
1.          mengerahkan komitmen politik nasional dan internasional yang kuat bagi Pendidikan untuk Semua, membangun rencana aksi nasional dan meningkatkan investasi yang besar dalam pendidikan dasar;
2.          mempromosikan kebijakan Pendidikan untuk Semua dalam kerangka sektor yang berlanjut dan terpadu baik, yang jelas terkait dengan penghapusan kemiskinan dan strategi-strategi pembangunan;
3.          menjamin keikutsertaan dan peran serta masyarakat madani dalam perumusan, pelaksanaan dan pemantauan strategi-strategi untuk pembangunan pendidikan;
4.          mengembangkan sistem pengaturan dan manjemen pendidikan yang tanggap, partisipatori dan dapat dipertanggungjawabkan;
5.           memenuhi kebutuhan sistem pendidikan bagi daerah-daerah yang dilanda oleh pertikaian, bencana alam dan ketakstabilan, dan melaksanakan program-program pendidikan dengan cara-cara yang mempromosi saling pengertian, perdamaian dan toleransi, dan yang membantu mencegah kekerasan dan pertikaian;
6.           melaksanakan strategi-strategi terpadu untuk persamaan jender dalam pendidikan yang mengakui perlunya perubahan-perubahan sikap, nilai dan praktek;
7.          melaksanakan sebagai sesuatu yang mendesak à program dan tindakan pendidikan untuk memerangi wabah HIV/AIDS;
8.          menciptakan lingkungan sumber daya yang aman, sehat, inklusif dan adil yang kondusif bagi keunggulan dalam pembelajaran dengan tingkat-tingkat prestasi yang sudah jelas untuk semua;
9.          meningkatkan status, moral dan profesionalisme guru-guru;
10.      memanfaatkan tehnologi-tehnologi informasi dan komunikasi baru untuk membantu pencapaian tujuan-tujuan Pendidikan untuk Semua;
11.      secara sistematis memantau kemajuan ke arah tujuan-tujuan dan strategi-strategi Pendidikan untuk Semua pada tingkat-tingkat nasional, regional dan internasional;
12.      membangun di atas mekanisme yang sudah ada guna mempercepat kemajuan ke arah pendidikan untuk semua.
Sejarah Gerakan Pendidikan untuk Semua
ü  1990 – Konferensi Dunia à Pendidikan untuk Semua di Jomtien, Thailand.  à Penyediaan akses pendidikan dasar untuk semua pada tahun 2000
ü  1995 – World Summit for Social Development di Copenhagen à  tampak bahwa target deklarasi Pendidikan untuk Semua di Thailand tidak akan tercapai à  Target penyediaan akses pendidikan dasar untuk semua diundur menjadi tahun 2015
ü  1999 – Oxfam GB meluncurkan kampanye education now à  hutang negara miskin dirasakan sangat menjadi hambatan untuk berinvestasi dalam pendidikan
ü  2000 – Forum Pendidikan Dunia di Dakar à Menguatkan kembali Deklarasi Jomtien yaitu:
a.       2002 – perencanaan Pendidikan untuk Semua di tingkat nasional sebagai bagian dari perencanaan pendidikan nasional
b.      2005 – mengurangi kesenjangan gender di pendidikan dasar dan menengah
c.       2005 – memastikan bahwa semua anak, khususnya perempuan, anak berkebutuhan khusus, dan anak dari etnis minoritas, memiliki akses terhadap pendidikan yang memadai, berkualitas, dan gratis.
d.      2015 – mencapai peningkatan 50% peningkatan melek huruf, khususnya perempuan dan akses yang memadai bagi orang dewasa untuk melanjutkan pendidikan.
e.      2015 – mencapai kesetaraan gender dalam pendidikan
ü  2001 – Global Campaign for Education (GCE) menggelar acara Sepekan Aksi Pendidikan untuk Semua (SPAPUS) untuk yang pertama kalinya dan sejak saat itu setiap April dilakukan SPAPUS
ü  2002 – Konferensi Pembangunan PBB à  Konferensi tidak menghasilkan ukuran yang konkret untuk menarik kembali perhatian dunia untuk mencapai target Deklarasi Dakar.  AS dan EU memberikan sejumlah dana untuk membantu pencapaian target Dakar.
ü  Pertemuan Millennium à delapan Millennium Development Goals (MDGs) (New York, Sept. 2000)
1.    Menghapuskan tingkat kemiskinan dan kelaparan à  Mengurangi hingga separuh dari penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari 1 US$ sehari dan  mengalami kelaparan, dalam kurun waktu 1990 hingga 2015.
2.    Mencapai Pendidikan Dasar secara Universal à Target 2015: memastikan bahwa setiap anak laki laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan tahap pendidikan dasar.
3.    Mendorong kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan à Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pendidikan pada tahun 2015.
4.    Mengurangi tingkat kematian anak à Mengurangi tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun hingga dua-pertiganya selama kurun waktu 1990 hingga 2015.
5.    Meningkatkan Kesehatan Ibu à Mengurangi rasio kematian ibu hingga 75% dalam proses melahirkan, selama kurun waktu 1990 hingga 2015.
    1. Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya à Target 2015: menghentikan penyebaran HIV/AIDS dan menurunkan kejadian malaria dan penyakit berat lainnya.
    2. Menjamin keberkelanjutan lingkungan à Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta merehabilitasi sumber daya lingkungan yang hilang. à air bersih, sanitasi
    3.  Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan à perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang melibatkan komitmen terhadap pengaturan manajemen yang jujur dan bersih, pembangunan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional.
Dua tujuan PUS diintegrasikan kedalam MDGs, yaitu:
è Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua pada tahun 2015
è Kesetaraan Gender dalam pendidikan
—  Fenomena yang terjadi di Indonesia
—  Perawatan dan Pendidikan Anak Usia Dini
-   Sampai tahun 2000, akses layanan program ini masih rendah; dari 26.172.763 anak, baru 41% (10.794.534) yang terlayani
-   Ada beberapa kendala seperti terbatasnya jumlah lembaga yang hampir semua di kota besar, belum adanya program terpadu untuk perawatan dan pendidikan ini, dan belum intensifnya kerjasama pemerintah dan non-pemerintah serta belum tersedianya tenaga didik profesional
—  Pendidikan Dasar 9 Tahun dan Kualitas Pendidikan
-          Sampai tahun 2000, prosentase anak yang masuk ke SD mencapai 94,04%, sementara untuk SMP masih dibawah prosentase ini; hanya mencapai 45,10%
-          Meski angka partisipasi di SD sudah hampir menyeluruh, tingkat kesenjangan antar propinsi, pedesaan-perkotaan, laki-laki dan perempuan masih tetap ada dan validasi jumlah siswa yang DO dan mengulang kelas masih sulit di dapat.
—  Pendidikan Keaksaraan dan Berkelanjutan
-          Pada tahun 2000, angka buta aksara perempuan umur 25 tahun mencapai 21,2% sedangkan laki-laki 4,7%
-          Jika angka yang pernah dicapai pemerintah dipertahankan, maka pada tahun 2015 angka tersebut akan menjadi – 2,7% untuk perempuan dan – 0,26% untuk laki-laki
—  Pendidikan Berkeadilan Gender Berdasarkan data yang ada, pemerintah menyimpulkan bahwa disparitas gender pada penduduk pedesaan usia 15-24 tahun tidak akan hilang pada tahun 2015 jika tidak ada intervensi yang sungguh-sungguh dari semua pihak


—  Trend HDI diantara Negara-negara, 1990 - 2002
—  Mengapa Indonesia melakukan privatisasi pendidikan?
Kebijakan hutang dari lembaga-lembaga keuangan internasional seperti IMF dan World Bank.  Lembaga-lembaga ini memberikan pinjaman kepada negara-negara Dunia Ketiga dengan menggunakan prasyarat-prasyarat yang pada dasarnya bertujuan untuk liberalisasi dan deregulasi ekonomi
ü  Situasi Hutang Luar Negeri di Asia (dalam Milyar USD)
ü  Situasi Hutang LN Indonesia
ü  Pemerintah Indonesia harus mengalokasikan 35-40 persen dari keseluruhan total APBN à membayar hutang LN sehingga dana untuk pendidikan menjadi lebih kecil
ü  Untuk memastikan pembayaran hutang luar negeri à lembaga-lembaga keuangan internasional ini mendorong negara-negara berkembang untuk meminimalkan peran negara dalam penyediakan pelayanan publik yang membutuhkan dana yang besar dan memberikannya kepada “pasar”.
Bentuk  Privatisasi Pendidikan
ü  Komersialisasi Pendidikan à menyerahkan pengelolaan pendidikan kepada swasta dengan orientasi mendapatkan keuntungan
ü  Dibebankannya pembiayaan pendidikan kepada masyarakat melalui model Pembiayaan Bersama dengan Masyarakat à Cost Sharing atau Community Cost
ü  Dibebankannya pembiayaan pendidikan kepada pemerintah-pemerintah lokal melalui penerapan Otoda
ü  Pemotongan subsidi untuk perguruan tinggi
Privatisasi Pendidikan di Indonesia?
Indikasi:
  1. Pendidikan à tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga.
     àUU no.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) mengenai:
a)      Kewajiban bagi orangtua untuk memberikan pendidikan dasar bagi anaknya (pasal 7 ayat 2)
b)      Kewajiban bagi masyarakat memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan (ps 9)
c)       Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat (pasal 46 ayat 1)               
àRancangan Peraturan Pemerintah (RPP)   tentang Pendidikan Dasar dan Menengah:
Ø  RPP ini tidak membicarakan tentang tanggung jawab pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan dasar 9 tahun bermutu dan bebas biaya. Beberapa pasalnya justru menuntut peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan dan pembiayaan pendidikan
Ø  Pasal 11 ayat 2, pasal 29 ayat 2, pasal 19, dan pasal 37    


àRPP Wajib Belajar:
Ø  Pasal 3 ayat 2: warga negara di atas 15 tahun tidak dibiayai pemerintah jika ingin menyelesaikan wajib belajar 9 tahun à bagaimana dengan anak-anak di wilayah pedalaman, seperti Papua dan Kalimantan misalnya
Ø  Pasal 13 ayat 1, 3, 4, dan 7: mendorong partisipasi masyarakat dalam hal pembiayaan
Ø  Kebijakan negara yang melegitimasi komersialisasi pendidikan à Badan Hukum Pendidikan
à UU no.20/2003 tentang sisdiknas psl 53
à RUU Badan Hukum Pendidikan
                Setiap satuan pendidikan akan menjadi badan hukum yang wajib mencari sumber pendanaannya sendiri. RUU ini mewajibkan semua sekolah menjadi Badan Hukum Pendidikan termasuk sekolah negeri.         
  1. Pencabutan subsidi khususnya untuk tingkat perguruan tinggi
  2. Diberlakukannya desentralisasi pendidikan à beban pemerintah pusat beralih ke pemerintah lokal à menjadi pertanyaan bagi daerah-daerah yang tidak memiliki sumber daya cukup à Kemungkinan “trend” yang terjadi adalah pendidikan dijadikan sumber PAD.
Pemerintah Indonesia telah menyepakati:
ü  kesepakatan Education For All (Pendidikan Untuk Semua) yang menjamin setiap warga negara untuk  pendidikan dasar bermutu dan gratis
ü  Millenium Development Goals (MDGs) yang menargetkan pendidikan untuk semua tercapai pada tahun 2015.
ü  Konvensi anti diskriminasi pendidikan
ü  UUD 1945
ü  UU No.7/1984 tentang anti diskriminasi terhadap perempuan
ü  UU No.39/1999 tentang Hak Asasi Manusia
ü  UU Perlindungan Anak
ü  UU No.20 / 2003 tentang Sisdiknas
Dampak Privatisasi Pendidikan Di Indonesia
q   Proses pemiskinan dan pembodohan semakin kuat
q   Semakin terkotak-kotaknya masyarakat   Indonesia berdasarkan status sosial ekonomi, antara yang kaya dan miskin
q   Belum Ada perhatian dan prioritas untuk:
ü  Perbaikan kualitas pendidikan
ü  Pendidikan untuk anak perempuan
ü  Program pendidikan untuk kelompok-kelompok  etnis dan sektor yang tidak beruntung
q  Semakin sulitnya untuk mencapai target EFA dan MDGs sebagaimana telah disepakati oleh pemerintah Indonesia.
Tantangan utama pembangunan pendidikan di Indonesia khususnya Jawa Timur:
a. Tingkat pendidikan penduduk Indonesia relatif masih rendah;
b.Dinamika perubahan struktur penduduk belum sepenuhnya dapat diatasi dalam pembangunan                pendidikan;
c. Masih terdapat kesenjangan tingkat pendidikan yang cukup lebar antar kelompok masyarakat, seperti antara penduduk kaya dan miskin, antara penduduk laki-laki dan perempuan, antara penduduk di perkotaan dan di perdesaan, dan antardaerah;
d. Fasilitas pelayanan pendidikan belum tersedia secara merata, terutama di daerah perdesaan, terpencil, dan kepulauan, sehingga menyebabkan sulitnya anak-anak mengakses layanan pendidikan;
e.Kualitas pendidikan relatif masih rendah dan belum memenuhi kebutuhan kompetensi peserta didik;
f.  Manajemen pendidikan belum berjalan secara efektif dan efisien, à karena desentralisasi pendidikan belum sepenuhnya dapat dilaksanakan dengan baik à belum mantapnya pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing tingkat pemerintahan, termasuk kontribusinya dalam penyediaan anggaran pendidikan.
Kebijakan pendidikan yg hrs dilakukan
a.       Meningkatkan akses dan perluasan kesempatan belajar bagi semua anak usia pendidikan dasarà utamanya daerah dan masyarakat miskin, terpencil, dan terisolasi. à biaya operasional sekolah (BOS) sebagai langkah awal pelaksanaan pendidikan dasar gratis